Senin, 19 Maret 2012

Amal Kebaikan


AMALAN KEBAIKAN
Allah telah menetapkan bahwasanya semua kebaikan akan dibalas dengan kebaikan (pahala) yang berlipat ganda. Dan tidaklah ada satupun kebaikan yang terluput melainkan pasti akan diperlihatkan balasannya di hari kiamat. Ketahuilah bahwa seseorang tidak akan mampu melakukan kebaikan yang sempurna (ikhlas dan sesuai sunnah) kecuali jika dia mengimani hari pembalasan, hari di mana keburukan berada di siksa neraka dan kebaikan berada di kenikmatan surga. Untuk semua inilah Allah memerintahkan manusia berlomba-lomba dan mendahului meraihnya.
Kebaikan bukanlah suatu amalan yang sempit, akan tetapi ia luas dan berada di setiap sendi-sendi kehidupan. Kebaikan adalah sesuatu yang ringan dilakukan bagi mereka yang Allah berikan kemauan dan kemampuan. Oleh karena itu hanya kepada Allah-lah kita memohon kemudahan untuk berbuat baik. Berikut ini adalah beberapa faedah terkait dengan amalan kebaikan :
v  Amalan kebaikan adalah apa yang dianggap baik oleh Allah
Telah kita pahami bersama bahwa amalan dibagi menjadi dua yakni kebaikan dan keburukan. Maka harus kita pahami juga bahwa parameter mengukur kebaikan dan keburukan adalah syariat Allah. Maksudnya, amalan kebaikan adalah segala amalan yang dianggap baik oleh Allah dan amalan keburukan adalah segala amalan yang dibenci oleh Allah. Dan dari semua dalil yang ada maka dapat kita ketahui bahwa amal kebaikan adalah semua yang memenuhi dua syarat : Ikhlas dan sesuai petunjuk Nabi. Konsekuensinya, langkah pertama dari beramal baik adalah mengilmui amalan tersebut, karena tidak dikatakan beramal baik mereka yang beramal dalam keadaan tidak peduli niatnya dan bagaimana kesesuaiannya dengan petunjuk Nabi.
v  Bersegeralah beramal kebaikan
Ketika kita memiliki keinginan untuk beramal baik, maka bersegeralah untuk melaksanakan. Karena bisa jadi nanti Allah akan mencabut nikmat dari kita berupa keinginan dan kemampuan untuk beramal baik. Dikarenakan hanya dengan nikmat Allah itulah manusia dapat beribadah dan beramal kebaikan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu kemudian ketika kita menunda-nunda amalan.
Rasulullah telah memberitahukan akan datangnya suatu fitnah yang akan menghalangi manusia untuk beramal baik. Bisa jadi karena hilangnya kehendak karena adanya fitnah syahwat maupun ketidaktahuan akan ilmu karena adanya fitnah syubhat. Sampai-sampai kedahsyatan fitnah tersebut dalam waktu cepat dapat menjadikan kafir orang yang sebelumnya beriman. Karena itu, Beliau memerintahkan kita untuk bersegera beramal baik mendahului fitnah yang akan datang.
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (Al Ashr : 1-2)

Waktu adalah ruang yang Allah berikan untuk manusia melakukan amalan. Di dalam waktu-lah kita dapat melakukan amalan kebaikan dan dengan waktu yang kita miliki-lah semua amalan kita terjadi. Itulah sebabnya Allah bersumpah dengan waktu sebelum memberitahukan tentang kerugian manusia. Sedangkan kita mengetahui bahwa waktu yang dimiliki oleh setiap manusia adalah terbatas, tidak ada yang dapat menjamin bahwa ada di antara kita yang masih hidup dan berjalan di dunia ini 60 tahun lagi. Di dalam waktu yang terbatas itulah hendaknya manusia bersegera mengisinya dengan amalan kebaikan.
v  Amal kebaikan adalah sesuatu yang abadi di sisi Allah
Satu hal yang juga wajib kita imani adalah bahwa amal kebaikan akan menjadi sesuatu yang kekal di sisis Allah. Dan sampai saatnya nanti Allah akan memberikan balasan bagi setiap amal manusia secara sempurna dan tidak mungkin terluput. Setiap amalan (sekecil apapun) yang dilakukan oleh manusia akan dicatat oleh malaikat, setiap tengah malam catatan tersebut diangkat ke langit. Manusia tidak akan didzolimi akan catatan amalnya sedikitpun. Apa-apa yang dia temukan dalam catatan amalnya adalah apa yang dia perbuat selama hidup di dunia.
v  Amal kebaikan mampu menghapuskan dosa
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ " [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “ (Riwayat Tirmidzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).
Sudah merupakan tabiat manusia untuk tergelincir ke arah kesalahan dikarenakan jiwa memang senantiasa mengajak ke arah tersebut. Dalam sebuah hadits, Rasulullah telah memberikan jalan keluar untuk mengatasi tabiat buruk itu, yakni dengan melakukan amalan kebaikan agar menghapus dosa yang baru saja dilakukan.
v  Bukanlah amal kebaikan yang memasukkan manusia ke surga
Dan akhirnya harus kita ketahui bahwa seseorang dimasukkan ke surga bukanlah karena oleh karena amal kebaikan (ibadah)-nya, akan tetapi rahmat Allah-lah yang akan memasukkan seseorang ke surga. Berapapun banyaknya amalan ibadah seseorang tidak akan bisa membalas nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya semasa hidup, maka bagaimana bisa memasukkan dia ke surga di akhirat ?
Hal ini wajib kita ketahui agar seseorang tidak menjadi sombong atas amalan-amalannya, tidak merasa yakin pasti masuk ke surga, dan senantiasa khawatir apabila amalan-amalannya tidak diterima oleh Allah dan balasannya justru berupa neraka. Dengan demikian, hendaknya kita beramal kebaikan (beribadah) hanya untuk meraih ridho dan rahmat Allah.
Demikianlah risalah singkat ini mengenai amalan kebaikan. Amalan kebaikan memiliki dimensi yang sangat luas, maka berlomba-lombalah untuk melakukannya dan jangan membatasi sehingga menjadikannya sempit sehingga menafikan nikmat keluasan dari Allah. Semoga Allah memberikan kepada kita semua kemudahan, kehendak dan kemampuan untuk senantiasa beramal kebaikan. Amin. Allahu a’lam bish showab................

Cepokojajar, 29 Romadhon 1433 H
(Abu Musa Renan Rahardian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar